Pengertian Respirasi Pada Tumbuhan
Respirasi adalah
Proses
Pembongkaran (katabolisme/disimilasi) gula heksosa (hasil fotosintesis) untuk
menghasilkan energi guna proses-proses kehidupan tanaman (sintesis
(anabolisme), gerak, dan Pertumbuhan) yang di bantu oleh enzim-enzim pernafasan.
Hasilnya :
C6H12O6
+ 6O2 --------à 6 CO2 + 6 H2O + 675 kal.
Tujuan Respirasi
adalah untuk mendapat energi yang terkandung di dalam makanan. Selain
membebaskan energi,proses respirasi juga menghasilkan karbon dioksida dan uap
air. Karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari tumbuhan melalui stomata. Respirasi di bantu
oleh enzim-enzim pernafasan (terdapat di dalam mitokondria), yaitu :
- Transposporilaseè mengoper H3PO4 dari satu molekul ke molekul lainnya. Dalam proses di bantu ion Mg2+.
- Desmolase èmembantu pemindahan/ pengguabungan ikatan2 karbon, sepertialdolase dlm pemecahan fruktosa menjadi gliseraldehid dan dihidroksiaseton
3.
Karboksilase èperubahan asam organik
secara bolak balik & dibantu oleh
ion-ion Mg2+ , Seperti:
4. Hidrase èmenambahi atau mengurangi air dari suatu senyawa dgn tidak mengurai senyawa tersebut. Enzim-enzim yang termasuk golongan Hidrase
: Enolase, Fumarase, Akonitase
5. Dehidrogenasi è Pemindahan hidrogen dari
satu zat ke zat yg lain
6. Oksidase è mempergiat penggabungan O2
pd dgn suatu substrat sekaligus mereduksi O2 sehingga menghasilkan H2O
7. Peroksidase è Mengoksidasi senyawa -senyawa fenolat. O2 yg digunakan diambil
dari H2O2
8. Katalase è Mengubah hidrogen peroksida
menjadi air dan oksgen
v Alat Respirasi tumbuhan
Seperti dijelaskan sebelumnya, proses
respirasi diawali dengan proses pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida
melalui alat pernapasan. Alat pernapasan tumbuhan letaknya tersebar. Tumbuhan
dapat melakukan pertukaran gas melalui stomata, lenti sel, dan rambut akar.
Pada tumbuhan tertentu, pernapasan melalui alat khusus, misalnya akar napas
pada tumbuhan bakau maupun beringin. Berikut ini akan dijelaskan alat-alat
pernapasan tumbuhan.
1. Stomata
Stomata atau mulut daun terdiri atas celah
atau lubang yang dikelilingi oleh dua sel penjaga dan terletak di daun. Stomata
berfungsi sebagai tempat pertukaran gas pada tumbuhan, sedangkan sel penjaga
berfungsi untuk mengatur, membuka dan menutupnya stomata.
Stomata tumbuhan pada umumnya membuka pada
saat matahari terbit dan menutup saat hari gelap. Membuka dan menutupnya
stomata dipengaruhi oleh kandungan air dan ion kalium di dalam sel penjaga.
Ketika sel penjaga memiliki banyak ion kalium, air dari sel tetangga akan masuk
ke dalam sel penjaga secara osmosis. Akibatnya, dinding sel penjaga yang
berhadapan dengan celah stomata akan tertarik ke belakang, sehingga stomata
menjadi terbuka. Sebaliknya, ketika ion kalium keluar dari sel penjaga, air
dari sel penjaga akan berpindah secara osmosis ke sel tetangga. Akibatnya, sel
tetangga mengembang dan mendorong sel penjaga ke arah celah sehingga stomata
menutup.
2. Lentisel
Pada tumbuhan dikotil, selain kambium
intervasikuler yang membentuk xilem dan floem sekunder ada juga kambium gabus
yang menghasilkan parenkima gabus dan lapisan gabus. Lapisan gabus akan
menggantikan epidermis. Lapisan gabus terdiri atas sel-sel mati dan membantu
melindungi batang. Kambium gabus, parenkima gabus, dan lapisan gabus akan
mengelupas dan lepas sebagai bagian kulit. Akibatnya, timbul lubang-lubang di
batang yang disebut lentisel. Lentisel memungkinkan sel-sel
tetap hidup di dalam batang melalui pertukaran gas dengan udara luar.
3. Rambut Akar
Selain untuk menghisap air dan garam-garam
mineral, rambut akar berfungsi sebagai alat pernapasan. Sel-sel rambut akar
akan mengambil oksigen pada pori-pori tanah.
4. Alat Pernapasan Khusus
Kemampuan tumbuhan beradaptasi terhadap
lingkungan menghasilkan alat pernapasan khusus. Tumbuhan bakau yang hidup di
lingkungan air laut mempunyai akar yang tumbuh ke atas permukaan tanah untuk
memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Akar tersebut disebut akar
napas.Pohon beringin dan anggrek mempunyai akar gantung untuk bernapas. Akar
tersebut tumbuh dari batang dan menggantung kearah tanah. Pada saat masih
menggantung, akar ini menyerap uap air dan gas dari udara. Akan tetapi setelah
masuk ke tanah, akar tersebut berfungsi menyerap air dan garam mineral.
Tumbuhan yang hidup di air seperti enceng gondok dan kangkung, batangnya
mempunyai rongga-rongga udara yang besar berfungsi untuk menyalurkan
oksigen.
2.2.
Jenis-Jenis Respirasi Pada Tumbuhan
v Respirasi
Aerob
Adalah
proses biologi dimana senyawa organik tereduksi dimobilisasi dan kemudian
dioksidasi secara terkontrol. Dalam proses ini energi bebas dilepaskan dan
kemudian digabungkan dalam bentuk ATP, yang dapat segera digunakan dalam
perkembangan tanaman.
Respirasi aerobik secara umum disebut oksidasi
senyawa gula berkarbon 6 (glukosa ). Dengan reaksi dasar:
C6H12O6 +
O2 + H2O
6 CO2 + 12 H2O
Glukosa
di oksidasi secara sempurna menjadi CO2, dan oksigen (akseptor
hidrogen terakhir) direduksi menjadi air. Oksidasi glukosa dilakukan secara
bertahap dalam beberapa rangkaian reaksi guna menghindari kerusakan struktur
seluler ( kebakaran) akibat pelepasan energi yang sangat besar.
Tahap – tahap
repirasi aeobik ( oksidasi glukosa ) :
1. Glikolisis
Glikolisis merupakan
tahap pertama dalam reaksi respirasi. Tahap ini berlangsung di dalam
sitoplasma sel. , dimana
glukosa dipecah menjadi 2 buah senyawa 3 karbon, yang kemudian dioksidasi dan
diubah menjadi asam piruvat, yang akan digunakan dalam siklus asam
trikarboksilat. Oksigen tidak dibutuhkan pada konversi glukosa menjadi
asam piruvat, sehingga glikolisis dianggap sebagai cara menghasilkan energi
pada jaringan tanaman ketika konsentrasi oksigen rendah.
Tahapan
reaksi glikolisis dimulai dengan terjadinya dua kali fosforilasi
glukosa/fruktosa, dan kemudian pecah menjadi 2 buah senyawa gula 3 karbon:
glyceraldehyde-3-phosphat Reaksi ini memerlukan 2 ATP/glukosa Setelah
terbentuk glyceraldehyde-3-phosphat, jalur glikolisis ini mulai dapat
mengekstrak energi. Jika tidak terdapat O2, siklus asam trikarboksilat dan
transport elektron tidak terjadi, sehingga reaksi glikolisis tidak dapat berlanjut karena
tidak adanya suplai NAD+. Akibatnya reaksi yang dikatalisis oleh
glyceraldehyde-3-phosphat dehidrogenase tidak dapat berlangsung.
2. Daur/siklus Krebs
Dinamakan siklus krebs karena untuk menghargai ahli
biokimia dari inggris, Hans A Krebs, yang pada tahun 1937 mengajukan suatu daur
reaksi untuk menerangkan cara perombakan piruvat pada otot dada burung merpati.Siklus Krebs
terjadi apabila ada oksigen dan berlangsung di dalam matriks mitokondria. Siklus asam trikarboksilat disebut juga siklus asam
sitrat karena pentingnya asam sitrat sebagai substrat intermediet dalam siklus
ini. Asam sitrat
mengalami pemecahan menjadi senyawa asam dengan 5-karbon, kemudian menjadi
senyawa asam dengan 4-karbon, mengalami pemecahan ikatan
karbon-karbon , melepaskan CO2 dan menghasilkan energi metabolik
(ATP, NADH dan FADH2) untuk setiap pemecahan. Senyawa asam dengan 4-karbon acid dibentuk kembali, dan siklus
berlangsung kembali. Siklus berjalan 2 kali untuk setiap 1 molekul
glukosa (satu siklus untuk setiap 1 molekul asam piruvat yang dihasilkan
dari proses glikolisis).
Bentuk energi metabolik yang
paling berguna bagi tanaman adalah ATP. Berbagai macam energi metabolik yang
dihasilkan melalui Glikolisis dan siklus Krebs bergerak menuju membran dalam
mitokondria. Di dalam membran mitokondria berlangsung rantai transpor
elektron yang disebut sistem sitokrom, yang sangat mirip dengan rantai transpor
elektron pada Fotosintesis. Senyawa energi metabolik (NADH and FADH2)
menyumbangkan elektronnya pada “electron transport carriers” dalam rantai
transpor elektron, dihasilkan gradien
energi, dan enzim pengahsil ATP (ATPase). Oksigen berperan sebagai
penangkap elektron terakhir dan bereaksi dengan ion H+ untuk
menghasilkan air.
v Respirasi Anaerob
Respirasi anaerob merupakan respirasi tanpa menggunakan
oksigen dari udara bebas.Pernafasan pada tumbuhan yang tidak
berklorofil,seperti jamur bersel satu dan bakeri terjadi secara difusi melalui
selaput sel. Conto jamur bersel satu adalah khamir yang pernafasannya tidak memerlukan
oksigen. Oleh karena itu,proses penguraian makanan oleh jamur dan bakteri yang
berlangsung dalam keadaan anaerob dengan bantuan enzim atau fermen disebut
peragian (Fermentasi).Respirasi anaerob berlangsung
di dalam sitosol sitoplasma, dan hanya terjadi apabila tidak ada oksigen. Fermentasi anaerob menghasilkan
respirasi yang tidak lengkap dari sebuahmolekul glukosa.
Reaksi ini menghasilkan energi yang hanya cukup untuk
kehidupan mikroorganisme; sedangkan tanaman tingkat tinggi dan hewan akan mati
apabila melakukan respirasi anaerob dalam waktu yang lama.Fermentasi
dapat terjadi melalui fermentasi alkohol atau fermentasi asam laktat.Laktat
dianggap merupakan produk akhir fermentasi yang relatif lebih berbahaya
dibanding alkohol karena akumulasi laktat berdampak pada penurunan pH sitosol.
. 2.3 Faktor
– faktor Yang Mempengaruhi Laju respirasi
Laju respirasi dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain :
1. Ketersediaan substrat
Karbohidrat merupakan
substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Tumbuhan
dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang
rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka
laju respirasi akan meningkat.
2. Ketersediaan oksigen
Ketersediaan oksigen
akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi
masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama.
3. Suhu
Semakin tinggi suhu,
semakin tinggi laju respirasi. Laju reaksi respirasi akan meningkat untuk
setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada
masing-masing spesies.
4. Tipe dan umur tumbuhan
Masing-masing spesies
tumbuhan memiliki perbedaan metabolisme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan
untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda
menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua.
Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.
BAB III
PENUTUP
1. . Respirasi pada tumbuhan merupakan Proses Pembongkaran
(katabolisme/disimilasi) gula heksosa (hasil fotosintesis) untuk menghasilkan
energi guna proses-proses kehidupan tanaman (sintesis (anabolisme), gerak, dan
Pertumbuhan) yang di bantu oleh enzim-enzim pernafasan
2. Respirasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a) Respirasi anaerob: proses respirasi tanpa
menggunkan oksigen
b) Respirasi aerob: Proses respirasi dengan
membutuhkan oksigen
3. Hasil dari respirasi:
a) Respirasi anaerob ( fermentasi) menghasilkan
asam laktat atau etanol.
b) Respirasi aerob:
Jadi
jumlah total = 36 untuk satu molekul glukosa.
4. Faktor- fakor yang mempengruhi laju
respirasi:
1. Ketersediaan substrat
2. Ketersediaan oksigen
3. Suhu
4. Tipe dan umur tumbuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar